Senin, 21 Desember 2009

Peta Impian

December 20, 2009
Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.

Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.

Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.
Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di
pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.
Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu
semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang
cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?

Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,
dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah
akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,
sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.

Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.
Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar
sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti
kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.
Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya
anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”
==========
Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini :) . Semoga peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya. Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.


Rabu, 16 Desember 2009

Kekuatan Manusia dihadapan sang Pencipta

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir

Al-Baqarah : 286


Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris dan Menghasilkan Uang Klik disini

Program Kerja 100 hari Depdiknas

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh. bersama jajarannya melakukan rapat kerja bersama Anggota Komisi X DPR RI, pada Rabu (11/11) di Ruang Rapat Komisi X, Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta.
Rapat Kerja ini diawali dengan perkenalan antara Pejabat Tinggi Depdiknas dengan Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai program kerja 100 hari Depdiknas oleh Mendiknas.
Dalam paparannya, Mendiknas mengatakan, ada 15 Program Pilihan Presiden bagi seluruh Kementrian, Lembaga dan Departemen yang langsung dipantau dan dipimpin oleh presiden, salah satunya Program yang menjadi konsen yang sangat khusus bagi presiden, yaitu Penyelarasan antara Pendidikan dan Dunia Kerja yang penanggung jawab utamanya adalah Departemen Pendidikan nasional (Depdiknas).
Mendiknas menambahkan bahwa dalam penyusunan Program Kerja 100 hari Depdiknas berdasarkan Arahan Presiden dan Kontrak Kinerja, Program Kerja Tahun 2009 dan 2010, disamping itu juga Nasional Summit dan Isu-Isu Strategis yang berkembang di masyarakat.
Sasaran yang ingin dicapai yaitu pertama, mendapatkan program-program yang berdampak besar dan dapat diselesaikan segera (Quik Win), yaitu suatu kegiatan-kegiatan yang langsung bisa dirasakan oleh publik, jelas mendiknas. Kedua, diharapkan dapat mempersiapkan Landasan Reformasi Pendidikan Nasional Jilid II, artinya di tahun 2010 nanti berharap akan dibawa kemana arah pendidikan dan service serta peningkatan apa saja yang akan dilakukan, semuanya akan tertuang dalam Program Kerja 100 hari Depdiknas, terang Mendiknas.
Hasil yang diharapkan dari penyusunan Program Kerja 100 hari yaitu untuk mendapatkan Agenda Kerja dan Jadwal Kegiatan 100 hari serta capaian-capaian yang sudah dituangkan dalam bentuk indikator-indikator kinerja, lanjut Mendiknas.
Mendiknas juga menjelaskan bahwa sebenarnya dalam kontrak kinerja hanya empat program tetapi ditambah dengan program lain yang menjadi konsen masyarakat secara keseluruhan.
Delapan Program Kerja 100 hari Depdiknas yaitu:
1. Penyediaan Internet secara massal di sekolah;
2. Penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah;
3. Besiswa PTN untuk siswa SMA/SMK/MA berprestasi dan kurang mampu;
4. Penyusunan Kebijakan Khusus bagi guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil;
5. Penyusunan dan Penyempurnaan Renstra 2010-2014;
6. Pengembangan budaya dan karakter bangsa;
7. Pengembangan Metodologi Pembelajaran;
8. Pengembangan Entrepreneurship.
Dalam melaksanakan Program Kerja 100 hari yang dinilai sangat singkat maka Depdiknas sudah menyusun tahapan-tahapan per dua mingguan dengan tujuan agar mudah dalam mengevaluasinya, ujarnya. (AND) -Sidiknas- (Sumber: DIKNAS.GO.ID)

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris dan Mendapat Uang Klik Disini